Kamis, 10 November 2011

perencanaan pajak 2

penghasilan bruto :
gaji 10000000 10000000
tunjangan anak 200000 200000
tunjangan isteri
tunjangan jabatan 2500000 2500000
tunjangan perumahan 1000000 1000000
tunjangan pajak 1895916.667
iuran yang dibayar pemberi kerja :
premi kecelakaan kerja 50000 50000
premi kematian 25000 25000
jumlah penghasilan bruto 13775000 15670916.67
pengurangan :
biaya jabatan :
5%x13775000=688750
5%x15875917=793796
5%x16576222=828811
maksimum 108000 108000
iuran dibayar oleh pegawai :
jaminan hari tua 100000 100000
pensiun 100000 100000
jumlah pengurangan 308000 308000
penghasilan netto sebulan 13467000 15362916.67
penghasilan netto setahun 161604000 184355000
penghasilan tidak kena pajak 15600000 15600000
penghasilan kena pajak 146004000 168755000
pph ps 21 setahun : 22751000 28438750
pph ps 21 sebulan :
1/12x22751000 1895916.667
1/12x28438750 2369895.833
tunjangan pajak 1895916.667
pph yg harus disetor 1895916.667 473979.1667

perencanaan pajak

Akun L/R Komersial K. positif K. negatif
penjualan ( bruto ) 9441157500
pot. Penjualan -561863500
HPP -5595339450 -100019450
         Laba kotor 3283954550
Biaya Operasional :
biaya penjualan
gaji pegawai 45093750 5200000
advertensi 665732530
kesajahteraan pegawai 365560000 21000000
upah bagian penjualan 30206250
biaya perlengkapan 4400000
asuransi 1125000
penyusutan peralatan 87801750 31198250
kerugian piuang 166899250 14399250
-1366818530
Biaya bagian Adm & umum
gaji pegawai 39462575 4300000
kesejahteraan pegawai 19357500
telpon 12125000
perlengkapan kantor 4712687
biaya umum 207000000
penyusutan peralatan 52600000 49800000
ssumbangan 50000000
-385257762
pendapatan lain - lain 69800000 69800000
biaya lain - lain 110000000 -110000000
1491678258

Kamis, 14 Juli 2011

ALK


Jawaban UAS ALK
1. a) analisis top – down approach adalah sebuah pendekatan kinerja keuangan yang melakukan analisis secara berstrata mulai dari tingkatan teratas ( umum ) sampai pada tingakatan yang paling bawah ( spesifik ). Analisis ini dimulai dari analisis terhadap kondisi ekonomi global ( makro ekonomi ). Makro ekonomi sendiri akan berpengaruh pada industri yang ada dalam suatu Negara.  Selanjutnya keadaan industry dalam suatu Negara juga perlu dianalisis untuk mendeteksi pengaruhnya terhadap perusahaan. Analisis yang terakhir akan lebih dispesifikasikan lagi , yaitu pada sistem akuntansi dan hal lain yang terkait dengan sebuah perusahaan.
    b)
2. a) karena laba konvensional adalah gambaran kinerja finansial perusahaan maka laba konvensional menjadi salah satu ukuran kinerja yaitu ukuran finansial, namun kinerja tidak hanya diukur dari sisi finansial saja, sisi operasional ( pelanggan, proses bisnis internal, pertumbuhan, dan inovasi ) juga perlu diperhatikan ( Kaplan dan Norton, 2000 ). Selanjutnya, kedua ukuran tersebut harus disinergikan agar tercipta keseimbangan di antara keduanya, hal ini dimaksudkan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi.
3. a) karena dalam informasi pasar terdapat aspek – aspek yang dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam analisis keuangan diantaranya adalah harga pasar bahan baku, data pemasok, pesaing, dsb.
  b) cth penggunaan informasi oleh manajemen : manajemen PT X mencoba melakukan analisis tentang hal – hal apasajakah yang mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli produknya.
     Cth penggunaan informasi oleh investor : Tn A melakukan analisis terhadap data yang memuat harga perusahaan di bursa dan juga analisis tentang persepsi publik terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan terkait untuk menambah kepercayaannya dalam berinvestasi pada perusahaan tersebut.
4. a) kesulitan keuangan : adalah kondisi dimana perusahaan tidak dapat memenuhi jadwal pembayaran kewajibannya atau kondisi dimana proyeksi arus kas perusahaan mengindikasikan perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya.
Kebangkrutan : adalah kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagimembayar kewajibannya, dan secara hukum telah dinyatakan bangkrut, kemudian diharuskan untuk melikuidasi aktivanya untuk membayar kewajibannya.
    b) bagi manajemen : untuk memperoleh peringatan awal kebangkrutan, karena semakin awal peringatan kebangkrutan diperoleh manajemen, maka semakin cepat perbaikan dapat dilakukan.
Bagi investor / kreditor : analisis kebangkrutan dapat memberikan peringatan kepada mereka agarmereka dapat mengantisipasi hal – hal yang terburuk.
   c)  karena univariate menggunakan metodologi pendekatan tunggal, dimana setiap rasio diuju secara terpisah dan pengaruh dari kombinasi beberapa asio hanya didefinisikan dari pertimbangan analisis. Oleh karena itu multivariate digunakan, karena multivariate menganalisis tiap rasio secara berkombinasi sehingga pengaruh dari kombinasi beberapa rasio dapat didefinisikan secara matematis dan konkrit, danbukan merupakan hasil dari pertimbangan analisis.
   d)  factor umum       : inflasi / deflasi, kebijakan keuangan, suku bunga, defaluasi / revaluasi dengan mata uang asing.
Factor eksternal    : pelanggan, kreditor, dan pesaing.